Asisten I Rahmatul Zamri Buka Kegiatan Pertemuan Pendeta dan Pimpinan Gereja Se-Rohil Tahun 2025

Wartautama.id | Rohil – Asisten I Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Rahmatul Zamri membuka secara resmi kegiatan pertemuan Pendeta dan Pemimpin Gereja se-Kabupaten Rohil, Kamis (30/10/2025) di Gedung Misran Rais Jalan Utama Bagansiapiapi Rohil Provinsi Riau.

Acara pertemuan Pendeta dan Pimpinan Gereja yang di ikuti 250 peserta dari berbagai Gereja yang ada di Rohil, juga dihadiri Kasi Binmas Agama Kristen dari Kemenag Rohil Pdt.Jhon Ridwan Manik, Asisten III Pemkab Rohil Normansyah, Sekretaris beberapa OPD dan pejabat struktural lainnya serta mendatangkan Narasumber sebagai pemateri dari Pekanbaru, Dra Rumondang JK Napitu, M.Si, Psikolog.

Bacaan Lainnya

Asisten 1 Pemkab Rohil Rahmatul Zamri dalam amanatnya menyampaikan ucapan terimakasih dan selamat datang kepada para pendeta dan pimpinan gereja se-Kabupaten Rokan Hilir yang telah hadir pada acara Pertemuan Pendeta dan Pimpinan Gereja Se-Rohil Tahun 2025. Kegiatan pertemuan para Pendeta dan Pimpinan Gereja ini dikatakan Rahmatul merupakan yang ketiga kalinya di adakan.

Rahmatul juga menyampaikan permohonan maaf dan salam takzim Bupati Rohil H. Bistamam atas ketidak hadirannya dalam acara pembukaan pertemuan para Pendeta dan Pimpinan Gereja tersebut karena ada kegiatan lain yang harus dilaksanakan Bupati.

“Atas nama pemerintah daerah, izinkan saya untuk membuka acara pertemuan para Pendeta dan Pimpinan Gereja Se-Rohil Tahun 2025 ini. Sebelum nya saya sampaikan terimakasih dan mohon maaf dari pak Bupati, seyogyanya acara ini di buka oleh pak Bupati namun berhubung ada kegiatan lain yang mendesak, maka pak Bupati berhalangan hadir dan memerintahkan saya untuk membuka kegiatan ini. Yang terpenting tidak mengurangi makna daripada kegiatan ini, ” kata Rahmatul Zamri.

Momentum kegiatan pertemuan para Pendeta dan Pimpinan Gereja ini terang Rahmatul diharapkan kiranya dapat membantu Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam mewujudkan program pembangunan Rohil kedepan sebagaimana yang tertuang dalam tema pertemuan ini ” Peran Gereja dalam mewujudkan Kabupaten Rokan Hilir Betuah yaitu Beriman, Tumbuh dan Bermarwah”.

“Pertemuan para Pendeta dan Pimpinan Gereja ini, selain sebagai ajang silaturrahmi untuk saling kenal antara sesama pendeta juga akan mendapatkan ilmu pengetahuan dari para narasumber. Selain itu juga akan mengangkat rasa toleransi antara sesama masyarakat di Rokan Hilir,” jelasnya.

Masyarakat Rohil dikatakan Rahmatul merupakan masyarakat yang heterogen yang terdiri dari berbagai kelompok sosial dengan latar belakang yang berbeda, seperti suku, ras, agama, dan budaya. Keragaman ini dapat menjadi sumber kekayaan budaya, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan baik melalui sikap toleransi dan saling menghargai antarwarga.

“Diharapkan dengan pertemuan ini kita akan mengangkat rasa toleransi antara umat beragama, ini paling penting bagi kita ditengah masyarakat Rohil yang heterogen,” harapnya.

Para pemimpin bangsa jelasnya, sudah menyusun persatuan dan kesatuan bangsa ini dalam 5 pilar Pancasila, UUD 1945 NKRI dimana didalamnya sudah ada toleransi antara umat beragama. Tanpa toleransi, kita akan sulit untuk bersatu dalam membangun bangsa dan terutama di daerah kita sendiri Rokan Hilir.

“Alhamdulillah sampai saat ini di Kabupaten Rokan Hilir rasa kebersamaan dan toleransi betul-betul stabil dan tetap terjaga serta belum ada terdengar adanya konflik yang terlalu jauh mengenai SARA. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa semangat kita untuk bersatu menjaga toleransi membangun Rokan Hilir lebih baik dan lebih maju kedepannya ,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, sebagai narasumber Dra Rumondang JK Napitu, M.Si, Psikolog dalam materi yang disampaikannya mengajak para Pendeta dan Pimpinan Gereja Se-Rohil harus mampu menjaga Iman, Bertumbuh Kembang dan Bermarwah serta mampu menjadi contoh yang baik bagi Jamaat dan generasi muda Gen-Z.

“Pendeta harus mampu menjaga keamanan dalam kehidupan bermasyarakat, dengan keimanan kita bisa mengendalikan diri dari perbuatan yang tidak baik dimasa globalisasi. Pendeta juga harus mampu bertumbuh kembang mendampingi generasi muda Gen-Z yang mana saat ini semuanya serba cepat dan instan sehingga peran pendeta harus mampu mendampingi generasi muda yang masih bingung untuk mencari arah hidup nya,” kata Dra Rumondang JK Napitu, M.Si

Ia juga berharap Pendeta juga harus bermarwah dan bermartabat ditengah perubahan sosial, tradisi dan Pluralisme masyarakat Rohil dengan menumbuhkan nilai

keterhubungan (Relatedness) yang kuat. Karena perubahan zaman bisa menimbulkan kelelahan sosial dan kehilangan arah makna. Untuk itu Pendeta diharapkan mampu menjaga kesehatan mentalnya dalam memberikan pelayanan kepada jamaatnya.

Sementara itu Kasi Binmas Agama Kristen Kemenag Rohil Pdt. Jhon Ridwan Manik mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir yang telah melaksanakan kegiatan Pertemuan Pendeta dan Pimpinan Gereja ini, dan ini untuk yang ketiga kali dilaksanakan.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik sekali dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi antara sesama pendeta serta mempererat hubungan antara umat beragama dengan pemerintah daerah. Kegiatan ini sudah yang ketiga kali dilaksanakan, kami sangat mengapresiasi dan rasa terimakasih kepada Pemerintah daerah atas terlaksananya kegiatan ini,” kata Pdt.Jhon Ridwan.

Lanjutnya,” Kita berharap dengan tema yang kita usung pada acara ini dan materi yang disampaikannya mampu membangun spritual para pendeta sehingga dapat berperan aktif dalam mendukung program pembangunan Kabupaten Rokan Hilir kedepannya. Kita juga menekankan agar para pimpinan gereja danPendeta harus mampu menciptakan kerukunan Internal, kerukunan antara umat beragama dan kerukunan pemeluk agama dengan Pemerintah,” harapnya. Pungkasnya (RED/MH)

Pos terkait