WARTAUTAMA.ID | PEKANBARU – Tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Lancang Kuning mengadakan sosialisasi Eco Enzyme dan sosialisasi Smart Farming di Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning, pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Universitas Lancang Kuning, Dr. Hardi, S.E., M.M. dihadiri oleh dosen pendamping tim pelaksana PPK Ormawa HMJ Akuntansi, Ibu Arini, S.E., M.Ak., Ak., CA., CGAA. Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Amalia, S.P., M.M. Wakil Dekan II, Dr. Sri Utami Lestari, S.P., M.Si. dosen Fakultas Pertanian, Dra. Seprita Lidar, M.Si. dan Alhafiz, S.P., M.Si. dengan kelompok sasaran ibu – ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Kelurahan Sialangmunggu.
Ibu Dr. Sri Utami Lestari, S.P., M.Si. menekankan pentingnya peran mahasiswa, dosen, dan masyarakat terutama KWT dalam mengembangkan pemanfaatan eco enzyme sebagai solusi nyata permasalahan sampah organik, sekaligus mendukung pertanian sehat dan gaya hidup hijau.
Materi yang disampaikan bukan hanya membuka wawasan, tetapi juga memberikan motivasi bahwa langkah kecil dalam pengolahan sampah dapat memberi dampak besar bagi lingkungan dan generasi mendatang.
Sementara Materi Smart Farming disampaikan oleh Dr. Amalia, S.P., M.Si. khususnya pada budidaya tanaman kangkung hidroponik.
Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi pertanian modern sebagai upaya meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan pertanian. Melalui metode Smart Farming, tanaman kangkung tidak hanya dapat dibudidayakan dengan lebih cepat dan sehat, tetapi juga lebih ramah lingkungan, hemat sumber daya, dan menjawab tantangan kebutuhan pangan masa depan.
Kegiatan penyampaian materi oleh Dr. Amalia mengenai smart farming memberikan sudut pandang baru ibu-ibu KWT tentang bagaimana teknologi modern dapat mendukung pertanian berkelanjutan. Smart farming menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta ramah lingkungan, terutama dalam menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan perubahan iklim.
Selain itu, ibu-ibu KWT juga mendapatkan paket benih dan teknologi hidroponik kangkung beserta panduan lengkap pembuatannya.
“Tanaman hias bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi bila dikelola dengan baik. Salah satunya adalah bunga kertas atau Bougainvillea, yang memiliki variasi warna indah seperti merah, kuning, putih, dan pink,” ucap Alhafiz S.P.M.Si. menambahkan materi mengenai tanaman hias.
Melalui teknik stek batang, kita dapat memperbanyak bunga kertas dengan mudah, murah, dan cepat. Caranya, pilih batang yang sehat, potong dengan ukuran 15–20 cm, buang sebagian daun, lalu tanam pada media yang gembur dan lembap. Dengan perawatan yang tepat, stek bunga kertas akan cepat tumbuh akar dan menghasilkan tanaman baru yang indah.
Kegiatan sosialisasi pertanian modern yang diselenggarakan tim pelaksana PPK Ormawa ini berhasil memberikan wawasan dan praktik langsung kepada kelompok sasaran mengenai berbagai inovasi di bidang pertanian. Dengan rangkaian materi tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran dalam menerapkan inovasi pertanian modern dan ramah lingkungan, baik untuk skala rumah tangga maupun skala industri. (Ref)







